Ketika hari pertama menduduki bangku SMP Marsya melihat dua orang anak perempuan yang memiliki suatu hal yang berbeda dari teman-teman lainnya. Mereka berada di kelas yang berbeda dengan Marsya. Hari demi hari Marsya tidak hentinya memperhatikan kedua orang tersebut dan berpikir menjadi sahabatnya hingga Marsya menduduki bangku terakhir di sekolah ini bersama mereka.
Sampai suatu ketika di hari sabtu dimana sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler,pada akhirnya mereka di pertemukan. Entah apa yang Marsya bayangkan,Ia tidak menyangka akan berkenalan langsung dengan kedua orang yang Ia inginkan menjadi sahabatnya. Vina,seorang gadis tomboi yang selama ini membuat Marsya penasaran dengannya. Lain dengan Vina,Tasya seorang gadis yang lemah lembut cara bicara dan tingkah lakunya.
Pada awalnya,mereka masih malu-malu untuk bertegur sapa satu sama lain. Seiring dengan pertemuan mereka setiap pekannya di ekstrakurikuler basket,mereka pun mulai akrab satu sama lain. Keakraban mereka di mulai ketika sekolah mengadakan ekstrakurikuler gabungan dimana semua murid kelas 1 di wajibkan untuk bermalam di sekolah. Pada malam ekstrakurikuler gabungan tersebut,mereka bertiga jauh lebih mengenal satu sama lain daripada pertemuan mereka yang pertama kali. Berlanjut ke hari-hari berikutnya,kebersamaan mereka lebih lengkap lagi dengan seringnya makan di kantin bersama,nonton bareng,latihan basket bareng dan yang tidak akan mereka tinggalkan adalah belajar kelompok.
Hari-hari yang mereka lewati tidak selamanya berjalan mulus sampai suatu ketika salah satu diantara mereka,Vina,menderita suatu penyakit yang cukup parah. Masya dan Tasya pun belum mengetahui penyakit apa yang di derita oleh Vina. Pada saat latihan basket tiba-tiba saja Vina jatuh pingsan di tengah lapangan.
“Vin,kenapa kamu?” kata Marsya.
“Vin,bangun!” teriak Tasya sambil mengguncang-guncangkan tubuh Vina.
“lebih baik kita bawa saja ke UKS,dan cepat panggil guru sya” Marsya berkata dengan panik.
Setelah 1 jam kemudian Vina pun sadar dari pingsannya.”Vin,sebenarnya kamu kenapa?karena yang aku perhatikan bukan hanya sekali atau dua kali kmu mengalami hal seprti ini” ujar Tasya. “nggak kenapa-kenapa paling cuman kecapekan aja” jawab Vina.
***
Selama 3 tahun mereka bersama,saatnya kelulusan yang akan memisahkan mereka. Namun,kata perpisahan bagi mereka tidak akan pernah terjadi meskipun mereka berada di tempat yang berbeda. Seminggu setelah mereka masuk sekolah yang baru mereka mengadakan pertemuan dalam rangka memperkuat ikatan persahabatan mereka. Apa yang mereka lakukan ketika pertama kali berkenalan seperti nonton bareng,makan bareng dan hal lain yang selalu mereka lakukan bersama ketika mereka duduk di bangku SMP,mereka melakukan hal tersebut yang sama pada tanggal yang sama yaitu tanggal 1 Agustus. Tanggal yang tidak mereka lupakan karena pada tanggal itu persahabatan mereka mulai terbentuk.
Pada tanggal itu pula penyakit Vina pun di ketahui oleh sahabat-sahabatnya. Kanker paru-paru adalah penyakit yang di derita oleh Vina. Marsya dan Tasya pun terkejut mendengar penyakit yang di derita Vina. Tidak menyangka selama 3 tahun mereka bersahabat ternyata salah satu sahabatnya masih menyimpan rahasia diantara mereka. Marsya pun sempat jengkel dengan Vina sampai ia berkata pada Vina,”mengapa kamu merahasiakan itu dari kita berdua?apa kamu masih belum percaya pada kita berdua?sampai-sampai hal yang seperti ini pun masih kamu sembunyikan?” “aku tidak ingin membuat kalian bersedih dan terbebani dengan penyakitku ini” jawab Vina.
“Bagaimana kondisi penyakitmu saat ini?” Tasya bertanya. “sudah sampai stadium akhir dan kata dokter hidupku sudah tidak bertahan lama lagi” jawab Vina dengan nada sedih. “apa kamu percaya bagitu saja apa yang dokter bilang?itu hanya perkiraan seorang dokter,tapi yang menentukan kehidupan kita adalah allah” Marsya berkata.
Perdebatan diantara mereka pun tiada henti-hentinya. Tasya dan Marsya terus bertany-tanya dengan Vina dan sampai pada akhirnya Vina jatuh pingsan dan sebelum pinsan Vina batuk darah. Tasya dan Marsya panik dan langsung membawa Vina kerumah sakit. Lalu Vina di masukan kedalam UGD. Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruangan dan memberi kan informasi bahwa nyawa Vina sudah tidak bisa di tolong lagi.
Orang tua dan kedua sahabat Vina merasa sangat kehilangan orang yang sangat mereka sayangi.
Seusai pemakaman Vina,Ibunya Vina memberikan suatu barang untuk kedua sahabat Vina yaitu Tasya dan Marsya. Barang tersebut berupa gelang hasil karya Vina dan secarik kertas yang berisi:
Sedalam apapun persahabatan kita,Vina harap kalian bisa menjadi sahabat yang pertama dan terakhir kalinya untuk Vina selamanya,walaupun kebersamaan kita di dunia hanya sebentar semoga kita di pertemukan kembali olehNYA dalam suatu dunia yang jauh labih indah,surga. Meskipun sekarang kita jauh tetepai hati kita selalu dekat karena persahabatan kita yang tiada akhir.
Salam sayang Vina untuk Tasya dan Marsya
Setelah Tasya dan Marsya membaca surat itu mereka menangis tersedu-sedu dan menyadari bahwa salah satu sahabatnya telah tiada. Mereka akan selalu ingat saat-saat dimana mereka suka duka bersama canda tawa yang tiada habisnya. Selamat jalan sahabat semoga tenang dan diberi tempat yang terindah di atas sana.
****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar