Selasa, 19 Oktober 2010

Persahabatan

        Pagi hari saat Boby terbangun tiba-tiba ada seseorang memanggil.Boby melihat keluar.Dani teman Boby sudah menunggu diluar rumah,Dani mengajak Boby untuk bermain bola basket.“Ayo kita bermain basket ke lapangan.” Dani mengajaknya. “Sekarang?” tanya Boby. “Besok! Ya sekarang lah!” jawab Dani.“Sebentar aku ganti baju dulu!”, “Iya tapi cepat ya” pintanya.Setelah Boby ganti baju,Mereka pun berangkat ke lapangan yang tidak begitu jauh dari rumah Boby.“Wah dingin ya.” Kata Boby. “Cuma begini aja dingin payah kamu.” Jawab Dani.Setelah sampai di lapangan ternyata sudah ramai.“Ramai sekali pulang aja males nih kalau ramai.” Ajak Boby. “Ah!Dasar pemalas,Kita ikut main saja dengan orang-orang disini.” Paksa Dani. “Males ah! Kamu aja sana aku tunggu disini nanti aku nyusul.” Jawab Boby malas. “Terserah kamu aja deh.” Jawab Dani sambil berlari kearah orang-orang yang sedang bermain basket.
       “Boby!” seseorang teriak memanggil. Boby langsung mencari siapa yang memanggil.Tiba-tiba ada seorang gadis menghampiri Boby dengan tersenyum manis.Sepertinya Boby mengenalinya.Setelah gadis itu mendekati Boby baru ingat. “Bella?” tanya dalam hati penuh keheranan.Bella adalah teman satu SD dengan Boby dulu, mereka sudah tidak pernah bertemu lagi sejak mereka lulus 3 tahun lalu.Bukan hanya itu Bella juga pindah ke Bandung ikut orang tuanya yang bekerja disana.“Hai masih ingat aku nggak?” Tanya Bella pada Boby.“Bella kan?” Tanya Boby. “Yup!” jawab Bella sambil tersenyum pada Boby.Setelah mereka ngobrol tentang kabarnya,Boby pun memanggil Dani.
       “Dan! Sini” panggilnya pada Dani yang sedang asyik bermain basket.“Apa lagi?” tanyanya pada Boby dengan malas.“Ada yang dateng” jawab Boby. “Siapa?”tanya Dani lagi,“Bella!” jawab Boby dengan sedikit teriak karena di lapangan sangat berisik.“Siapa?Nggak kedengeran!”.“Sini dulu aja pasti kamu senang!”.Akhirnya Dani pun datang menghampiri Boby dan Bella.Dengan heran Dani melihat kearah mereka.Ketika Dani sampai Dani heran melihat Bella yang tiba-tiba menyapanya.“Bela?” Tanya Dani sedikit kaget melihat Bella yang sedikit berubah.“Kenapa kok tumben ke Jogja? Kangen ya sama aku?” tanya Dani pada Bella.“Yee GR!Bella itu kesini mau ketemu aku” jawab Boby sambil menatap wajah Bella yang sudah berbeda dari 3 tahun lalu.“Bukan aku kesini mau jenguk nenekku.” jawabnya.“Yah nggak kangen dong sama kita.” tanya Dani sedikit lemas. “Ya kangen dong kalian kan sahabat ku.” Jawab Bella dengan senyumnya yang manis.Akhinya Bella mengajak mereka kerumah neneknya.mereka berdua langsung setuju dengan ajakan Bella.
      Ketika mereka sampai di rumah Bella ada seorang anak laki-laki yang kira-kira masih berumur 4 tahun.“Bell, ini siapa?” Tanya Boby kepada Bella.“Kamu lupa ya ini kan Dafa! Adikku.” Jawab Bella.“Oh iya aku lupa! Sekarang udah besar ya.”.“Dasar pikun!” ejek Dani pada Boby.“Emangnya kamu inget tadi?” Tanya Boby pada Dani. “Nggak sih!”  jawab Dani malu.“Ye sama aja!”. “Biarin aja!”. “Udah-udah jangan pada ribut terus.” Bella keluar dari rumah membawa minuman. “Eh nanti sore kalian mau nganterin aku ke mall nggak?”  Tanya Bella pada mereka berdua. “Kalau aku jelas mau dong! Kalau Dani tau!” jawab Boby tanpa pikir panjang.“Ye kalau buat Bella aja langsung mau, tapi kalau aku yang ajak susah banget.” ejek Dani pada Boby.“Maaf banget Bell,aku nggak bisa aku ada latihan band.”  Jawab Dani kepada Bella.
      “Oh gitu ya!Yaudah Bob nanti kamu kerumahku jam 4 sore ya!” kata Bella pada Boby.“Ok deh!” jawab Boby dengan cepat.Saat yang Boby tunggu udah dateng,setelah dandan biar bikin Bella terkesan,Boby langsung berangkat ke rumah neneknya Bella.Sampai dirumah Bella,Boby mengetuk pintu dan mengucap salam,Ibu Bella pun keluar dan mempersilahkan Boby masuk.“Eh Bob sini masuk dulu! Bellanya baru siap-siap.” kata beliau ramah. “Iya tante!” jawab Boby sambil masuk kedalam rumah.Ibu Bella tante Vivi memang sudah kenal pada Boby karena Boby memang sering main kerumah Bella.“Bella ini Boby udah dateng” panggil tante Vivi kepada Bella.“Iya mah bentar lagi” teriak Bella dari kamarnya. Setelah selesai siap-siap Bella keluar dari kamar.“Udah siap ayo berangkat!” ajak Bella pada Boby.Setelah pamit untuk pergi Boby dan Bella pun langsung berangkat.Dari tadi pandangan Boby tak pernah lepas dari Bella.“Boby kenapa? Kok dari tadi ngeliatin aku terus ada yang aneh?” Tanya Bella kepada Boby.“Eh nggak apa-apa kok!”  jawab Boby kaget.
      Mereka pun sampai di tempat tujuan.Mereka naik ke lantai atas untuk mencari barang-barang yang diperlukan Bella.Setelah selesai mencari barang yang diperlukan Bella,meraka pun memutuskan untuk langsung pulang kerumah. Sampai dirumah Bella,Boby disuruh mampir oleh tante Vivi.“Ayo Boby mampir dulu pasti capek kan?” ajak tante Vivi pada Boby.“Ya tante.” Jawab Boby pada tante Vivi.Setelah waktu Boby rasa sudah malam,Boby meminta ijin pulang.Sampai dirumah Boby langsung masuk kekamar untuk ganti baju.Setelah ganti baju Boby makan malam.“Kemana aja tadi sama Bella?” tanya ibunya Boby.
     “Dari jalan-jalan!” jawab Boby sambil melanjutkan makan.Selesai makan Boby langsung menuju kekamar untuk tidur.Tetapi Boby masih terus memikirkan Bella.Sepertinya Boby suka sama Bella,tiba-tiba Boby berpikir “Nggak! Nggak boleh aku masih kelas 3 SMP, aku masih harus belajar.” Bisik Boby dalam hati.Satu minggu berlalu,Boby masih tetap kepikiran Bella terus.Akhirnya sore harinya Bella harus kembali ke Bandung lagi.Boby dan Dani datang kerumah Bella.Akhirnya keluarga Bella siap untuk berangkat.Pada saat itu Boby mengatakan kalau Boby suka pada Bella.
        “Bella aku suka kamu!Kamu mau nggak kamu jadi pacarku” kata Boby gugup.“Maaf Boby aku nggak bisa kita masih kecil!Kita lebih baik Sahabatan kayak dulu lagi aja!” jawab Bella kepada Boby.lalu Boby memberi Bella hadiah kenang-kenangan sebuah kalung.Dan akhirnya Bella dan keluarganya berangkat ke Bandung.Walaupun sedikit kecewa Boby tetap merasa beruntung karena memiliki sahabat seperti Bella.Boby berharap persahabatan mereka terus berjalan hingga nanti mereka dewasa.

Persahabatan Yang Tiada Akhir

         Ketika hari pertama menduduki bangku SMP Marsya melihat dua orang anak perempuan yang memiliki suatu hal yang berbeda dari teman-teman lainnya. Mereka berada di kelas yang berbeda dengan Marsya. Hari demi hari Marsya tidak hentinya memperhatikan kedua orang tersebut dan berpikir menjadi sahabatnya hingga Marsya menduduki bangku terakhir di sekolah ini bersama mereka.
         Sampai suatu ketika di hari sabtu dimana sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler,pada akhirnya mereka di pertemukan. Entah apa yang Marsya bayangkan,Ia tidak menyangka akan berkenalan langsung dengan kedua orang yang Ia inginkan menjadi sahabatnya. Vina,seorang gadis tomboi yang selama ini membuat Marsya penasaran dengannya. Lain dengan Vina,Tasya seorang gadis yang lemah lembut cara bicara dan tingkah lakunya.
         Pada awalnya,mereka masih malu-malu untuk bertegur sapa satu sama lain. Seiring dengan pertemuan mereka setiap pekannya di ekstrakurikuler basket,mereka pun mulai akrab satu sama lain. Keakraban mereka di mulai ketika sekolah mengadakan ekstrakurikuler gabungan dimana semua murid kelas 1 di wajibkan untuk bermalam di sekolah. Pada malam ekstrakurikuler gabungan tersebut,mereka bertiga jauh lebih mengenal satu sama lain daripada pertemuan mereka yang pertama kali. Berlanjut ke hari-hari berikutnya,kebersamaan mereka lebih lengkap lagi dengan seringnya makan di kantin bersama,nonton bareng,latihan basket bareng dan yang tidak akan mereka tinggalkan adalah belajar kelompok.
          Hari-hari yang mereka lewati tidak selamanya berjalan mulus sampai suatu ketika salah satu diantara mereka,Vina,menderita suatu penyakit yang cukup parah. Masya dan Tasya pun belum mengetahui penyakit apa yang di derita oleh Vina. Pada saat latihan basket tiba-tiba saja Vina jatuh pingsan di tengah lapangan.
          “Vin,kenapa kamu?” kata Marsya.
          “Vin,bangun!” teriak Tasya sambil mengguncang-guncangkan tubuh Vina.
          “lebih baik kita bawa saja ke UKS,dan cepat panggil guru sya” Marsya berkata dengan panik.
          Setelah 1 jam kemudian Vina pun sadar dari pingsannya.”Vin,sebenarnya kamu kenapa?karena yang aku perhatikan bukan hanya sekali atau dua kali kmu mengalami hal seprti ini” ujar Tasya. “nggak kenapa-kenapa paling cuman kecapekan aja” jawab Vina.
***
          Selama 3 tahun mereka bersama,saatnya kelulusan yang akan memisahkan mereka. Namun,kata perpisahan bagi mereka tidak akan pernah terjadi meskipun mereka berada di tempat yang berbeda. Seminggu setelah mereka masuk sekolah yang baru mereka mengadakan pertemuan dalam rangka memperkuat ikatan persahabatan mereka. Apa yang mereka lakukan ketika pertama kali berkenalan seperti nonton bareng,makan bareng dan hal lain yang selalu mereka lakukan bersama ketika mereka duduk di bangku SMP,mereka melakukan hal tersebut yang sama pada tanggal yang sama yaitu tanggal 1 Agustus. Tanggal yang tidak mereka lupakan  karena pada tanggal itu persahabatan mereka mulai terbentuk.
           Pada tanggal itu pula penyakit Vina pun di ketahui oleh sahabat-sahabatnya. Kanker paru-paru adalah penyakit yang di derita oleh Vina. Marsya dan Tasya pun terkejut mendengar penyakit yang di derita Vina. Tidak menyangka selama 3 tahun mereka bersahabat ternyata salah satu sahabatnya masih menyimpan rahasia diantara mereka. Marsya pun sempat jengkel dengan Vina sampai ia berkata pada Vina,”mengapa kamu merahasiakan itu dari kita berdua?apa kamu masih belum percaya pada kita berdua?sampai-sampai hal yang seperti ini pun masih kamu sembunyikan?” “aku tidak ingin membuat kalian bersedih dan terbebani dengan penyakitku ini” jawab Vina.
         “Bagaimana kondisi penyakitmu saat ini?” Tasya bertanya. “sudah sampai stadium akhir dan kata dokter hidupku sudah tidak bertahan lama lagi” jawab Vina dengan nada sedih. “apa kamu percaya bagitu saja apa yang dokter bilang?itu hanya perkiraan seorang dokter,tapi yang menentukan kehidupan kita adalah allah” Marsya berkata.
         Perdebatan diantara mereka pun tiada henti-hentinya. Tasya dan Marsya terus bertany-tanya dengan Vina dan sampai pada akhirnya Vina jatuh pingsan dan sebelum pinsan Vina batuk darah. Tasya dan Marsya panik dan langsung membawa Vina kerumah sakit. Lalu Vina di masukan kedalam UGD. Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruangan dan memberi kan informasi bahwa nyawa Vina sudah tidak bisa di tolong lagi.
         Orang tua dan kedua sahabat Vina merasa sangat kehilangan orang yang sangat mereka sayangi.
           Seusai pemakaman Vina,Ibunya Vina memberikan suatu barang untuk kedua sahabat Vina yaitu Tasya dan Marsya. Barang tersebut berupa gelang hasil karya Vina dan secarik kertas yang berisi:
Sedalam apapun persahabatan kita,Vina harap kalian bisa menjadi sahabat yang pertama dan terakhir kalinya untuk Vina selamanya,walaupun kebersamaan kita di dunia hanya sebentar semoga kita di pertemukan kembali olehNYA dalam suatu dunia yang jauh labih indah,surga. Meskipun sekarang kita jauh tetepai hati kita selalu dekat karena persahabatan kita yang tiada akhir.
Salam sayang Vina untuk Tasya dan Marsya
          Setelah Tasya dan Marsya membaca surat itu mereka menangis tersedu-sedu dan menyadari bahwa salah satu sahabatnya telah tiada. Mereka akan selalu ingat saat-saat dimana mereka suka duka bersama canda tawa yang tiada habisnya. Selamat jalan sahabat semoga tenang dan diberi tempat yang terindah di atas sana.
****